Jumat, 16 Desember 2011

INGAT BUNDA

Dalam kamar kecil yang dingin
Dalam kesendirianku aku sendiri
Melewati malam yang kaku dan berhujan
Mendengarkan baik-baik bunyi tetes hujan
Dan suara kodok yang bunyinya nyaring sekali

Tiba-tiba aku teringat dulu
saat kita saling bercerita
Tentang hidup dan cinta
Tentang aku dan Bunda
Musiknya tetes hujan menimpa
Genting dan pepohonan
Suaranya begitu sanagt merdu
Bundaaa...

Anganku menelusuri jemari malam
Tujuh belas tahun yang lalu
Saat nyawamu taruhannya
Aku menjerit nyaring
Ketika pertama melihat dunia yang bertopeng

Bunda...
Selama anganku tujuh belas itu
Aku teringat akan butiran nasi yang kutelan
Dan helaan nafasmu adalah tawaku
hm... ampuni aku bunda...
Dan isakkan suara hati tertahan
Membuatku semakin tersusut dalam gelap

Bunda..
Dari Jauh aku inginkan
Dirimu hadir untuk hari ini dengan sejuta cintamu
Dan berkata "SELAMAT ULANG TAHUN" Sayang..
Seperti dulu dengan musik tetes hujan menimpa genting
Dan pepohonan dengan suara yang merdu..
Sayangku ini selalu untuk mu bunda...
Ku sanagat menyayangimu bunda..
Dan Ku juga sangat merindukanmu selalu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar